Minggu, 02 Agustus 2009

I need you..........

Jangan pernah tinggalkan aku di simpang jalan ini
Bukankah kita tlah berjanji
bersama meniti malam menapaki siang
lalu merenda hari menjadi hamparan lembut
tempat kita berbaring menatap langit malam tanpa batas
tempat kita menebar mimpi menjala rindu

Jangan pernah tinggalkan aku di simpang jalan ini
Bukankah kita ingin berbagi malam menjadi dua
berbagi rindu menjadi dua


Lukisan ku belum sampai separuhnya
kutakut kembaraku akan datang
lalu dia akan terkapar
sia sia..........



my offc.:03.08.09
in d midday

Dimana Ujungnya (2).....................

Haruskah kularung saja rasa ini
Tapi bulan diatas sana begitu indah tuk diabaikan

sementara angin sepoi basah ini tak mampu mengelus relung yang terasa garing
tak kupungkiri itu

awan diatas sana melengos berlalu
padahal masih ada tanyaku tak terjawab

Jumat, 19 Juni 2009

Bulan Pucat


Ada rintihan kecil menyeruak dari sudut sebuah rumah tua
tapi itu hanya sekejab
Angin keburu menelan dan membawanya pergi

Langit makin pekat
Perutnya makin melilit
Diluar dingin makin menggigit
Tak ada yang tersisa
walau hanya sejumput kerak untuk pengganjal perut

Laki laki tua
Tidak dengan siapa siapa
di sebuah rumah tua
tanpa apa apa
Diatasnya bulan pucat tak berdaya




Jangan Pernah Bilang AKu Marah

Ibu ku bilang
Mandilah dengan kemuliaan hidup
dimana orang-orang sekelilingmu
tidak akan pernah bisa bilang padamu
"Kau ini Siapa?"


Ayahku bilang
Hiduplah dengan kedua belah tanganmu,
dua biji matamu, dua telingamu
dan satu kepala yang berisi otak yang telah dianugrahi akal untuk kau
pakai menciptakan kehidupanmu.
Dan buatlah orang orang di sekelilingmu
tidak akan pernah bisa bilang
"Kau ini Apa !"

Dan ketika ibuku bilang ayahku bilang
Tidak apa apa anakku. Kau telah melakukan yang terbaik
untuk dirimu, keluargamu, orang tuamu dan orang-orang sekitarmu"

Di pojok aku tergugu mendekap penyesalan.





Makassar: April 04,2009

Titip Rindumu Pada Daun Daun Jati, Sahabatku.....!

Pernah tidak kamu titip rindu pada daun-daun jati yang menjulang tinggi..?
Pernah tidak kamu berbisik pada embun malam, bukan embun pagi, kalau rindu yang tlah kau tanam akan kau cabut dan kau akan tebar biar angin membawanya pergi berlari berkejaran
sebelum matahari kembali ke perut bumi....

Jangan bilang tidak, sahabatku..!
Dimatamu kutangkap rindu yang yang tlah mengental
Tapi kog perih..?
Kenapa kau biarkan dia bermain dan mengoyak utuh nafas hidupmu

padahal tlah kau jelajahi seribu padang bunga abadi di ketinggian
padahal tlah kau lumuri tubuhmu dengan seribu angin malam yang tak pernah bilang tidak kepadamu

Lepas rindumu
biarkan angin menangkapnya membawanya pergi
Jangan pernah ragu, sahabatku.

Titip rindumu pada daun daun jati
biarkan berbaur dengan embun malam
sebelum matahari masuk ke perut bumi

Jangan pernah ragu
Rindu itu adalah damai yang utuh
Seutuh edelweysmu di seribu padang sana...
Berlabuhlah di ujung lelahmu.....

Selasa, 16 Juni 2009

Go Into My Haze

Tangkap ..!

Dan ikat rinduku

Akan kita nikmati bersama

Separuh untuk kamu

Separuh untuk aku

Dalam kabut yang tak akan pernah jelas warnanya....



27.5.09.- Midnite in Satin
in Kakaye

Cinta Tua Kakek Nenek

Datang dan mendekatlah
Akan kubisikkan padamu
sepotong cerita indah
tentang sepasang kakek nenek
yang merajut cinta hingga ajal memanggil

Kuminta setelah itu,
lukis erat dalam hatimu......

Agar kau tau
cinta tak setipis kulit
yang mengeriput tergerus zaman
Tak serapuh tulang
yang merapuh terkikis waktu

Datang dan mendekatlah
Biar kutunjukkan
Sepasang kakek nenek saling menggenggam kuat
dengan lengan yang telah rapuh

Kuminta setelah itu
buka lebar ruang hatimu
agar kau tau
disana ada cinta.



mks,28.5.09.- 1.23pm
Thnks To my dearfriend.I'll paint in my heart
Penyelesaian yang sempurna.